Sabtu, 15 Juni 2013

MOTIVASI UNTUK KEBAHAGIAN

Bagi kebanyakan orang, motivasi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktifitas diri.
Secara sederhana, motivasi dapat berbentuk apa atau siapa. Kemudian faktor yang dapat menjadikan motivasi berpengaruh terhadap produktifias diri adalah faktor tentang bagaimana.
Motivasi dapat ditemukan dari teman, kekasih, orang tua, atau motivator-motivator. Motivasi juga dapat ditemukan di tempat keramaian, tempat hiburan, atau wilayah pemukiman kumuh, UGD rumah sakit, masjid, kuburan atau bisa juga dalam sebilah keris, sebongkah batu permata di cincin jari, sedan mewah dan rumah gedongan. Inilah maksud motivasi berbentuk apa dan siapa.

Tapi, jika dipahami lebih dalam motivasi hanya mampu beroperasi saat sesorang siap dan mampu menerima motivasi. Tentang apa motivasi itu hanya bersifat bahan. Tetapi, saat siapa yang mencari atau mendapat motivasi tidak siap, tidak mampu atau tidak menginkan, maka motivasi itu tidak akan ada efeknya (tidak penting motivasi itu). Example, saat motivator membawa audiens dalam suasana permenungan, tapi audiens acuh bahkan lebih milih chatbox, efek motivasi menjadi keniscayaan untuk dirasakan. Saat sang kyai bertutur di mimbar khotbah, tapi jamaah justru menikmati tidurnya, semua tuturkata sang kyai hanya menjadi busa air liur tak bermakna.
Motivasi menuntut koneksi antar 3 komponen, yaitu apa, siapa, dan bagaimana.
Jika dilihat dalam bentuk terbalik,motivasi menjadi wujud nyata atas kerapuhan manusia. Dalam kesempurnaan manusia, sebenarnya manusia membutuhkan trasendensi untuk kesempurnaan itu sendiri. Secara radikal, tidak ada manusia yang bisa lepas dari rasa kegundahan, galau, pusing, down, dan lain sebagainya. Rasa yang muncul karena kesempurnaan ini berproses menjadi kemahaan atas kekurangan. Saat berada pada posisi itulah, motivasi dibutuhkan. Bahkan, seorang motivator juga membutuhkan motivasi.
Memahami atas motivasi, sebagaimana di atas, maka dapat dikatakan bahwa siapapun yang menerima motivasi berarti secara tidak langsung, berarti sama dengan menerima dogma dari motivator. Sedangkan jika diberi makna atas apa yang terkandung dan dikeluarkan, motivator adalah tak ubah sebagai pembual yang berusaha untuk meninabobokkan orang yang sedang down. Disinilah titik awal dari MOTIVASI SEBAGAI SEBUAH CANDU.
Bagi saya, tidak ada motivasi yang berbentuk. Yang ada adalah kesadaran kita sendiri. Semakin manusia menuju pada pusat kesadaran, semakin sempurnalah manusia itu. Semakin kuat kesadaran manusia itu. Sehingga tak akan ada tempat untuk down & motivasi yang masuk dalam otak, yang membebalkan otak. Karena otak bebal adalah penanda dari kaum bar-bar.
Hanya manusia motivasi yang dapat menikmati kebahagiaan.