Minggu, 20 Januari 2013

Keindahan Kosmik

Apa yg disebut materi & imateri tak akan menghasilkan apapun kecuali kemutlakan. Sedangkan relasi atau hubungan yg mengaitkan ke2nya akan mampu menghasilkan produksi yg tak tentu.
Hasilnya bisa manis, bisa pait. Tapi apapun itu, bagi pandangan universal itu yg disebut dengan KEINDAHAN KOSMIK.
Pandangan para kaum pemikir, yang biasa disebut kaum filosof, secara pembahasan masuk dalam 2 klasifikasi, yakni apa yg disebut materi & imateri. Pada fase perkembangan kedua pandangan tersebut memiliki masa keemasan tersendiri. Tentunya ini tidak dapat dinafikkan. Seperti penyebutan rentan waktu yang diberi nama masa kegelapan.
Berkenaan pandangan postmodern, yang disebut-sebut sebagai kematian modernisme, membawa pandangan yang tak lagi berkutat pada ke-2 pandangan tadi (materi & imateri). Hal ini bisa kita terima karena dari ke-2 pandangan tadi memiliki relung kegelisahan masing-masing. Sedangkan gejala sekarang ini telah meleburkan ke-2nya. Yang dulu dipertentangkan, sekarang telah bersatu. Yang dulu berkaitan, sekarang memisah.
Bersatu & memisah tentunya berkenaan dengan hubungan. Sehingga dalam kondisi ini, yakni jika secara jauh kita menempatkan diri dalam menatap realitas yang terjadi, maka akan terlihat sebuah benang merah yang dapat dijadikan onggokan pembahasan. Hubungan ini yg pernah secara implisit dibahas dalam pandangan imanensi (penyatuan diri). Hubungan ini sungguh nyata, secara tersendiri dapat hidup dalam realitas saat ini.
Kemudian tentang keindahan tidak bisa lagi diartikan dari ke-2 pandangan tadi. Karena realitas ke-2nya benar-benar sudah disorientasi. Keindahan sekarang terlahirkan dari hubungan ke-2nya. Inilah keindahan kosmik yang sebenarnya luput dari pandangan kaum pemikir, yang disebut-sebut kaum filosof.