Bagian dari alam semesta merupakan alam semesta itu sendiri. Manusia menjadi poros utama sebagai sebuah lingkaran kehidupan. hal ini menilik dari hakekat penciptaan manusia. Manusia dapat dikatakan sebagai benda mati atau pun benda hidup. Jika dikatakan manusia hanya sebagai kelompok makhluk hidup (layaknya dalam ilmu biologi atau psikologi), bisa dikatakan hal itu merupakan salah besar.
Berdasrkan teori atomia, bahwa manusia tersusun atas dasar sel yang memiliki unsur penyusun utama karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), dan unsur lainnya, maka subtansi susunan tubuh manusia tidak jauh berbeda dengan susunan bumi.
Paradigma yang telah terbangun, akan menyesatkan dan membawa manusia hanyut dalam arus realitas. Pembangunan jati diri harus mengacu pada potensi diri tiap manusia. Ia tidak perlu melebur dalam larutan realitas. Sebagai poros kehidupan, manusia memiliki kewenangan untuk mengendalikan energi di alam semesta. Layaknya distributor dalam bidang ekonomi pasar, manusia memilki tugas untuk menyalurkan energi yang ada di alam semesta dengan pondasi sangat dasar yaitu berupa akal dan hati. Kedua komponen ini tidak boleh terpisahkan dapat pengambilan langkah kehidupan. Jurang pemisah antara kedua komponen ini lebih sering disebabkan oleh kondisi realitas alam semesta (sebut aja harta, jabatan, pasangan) atau katakan saja nafsu. Potensi nafsu ini selalu mengarahkan manusia pada ppola pemikiran dan aplikasi yang bersifat pragmatis (untung bagi dirinya).
Lingkaran kehidupan dapat kita gambarkan secara sederhana dengan sebuah siklus rantai karbon (atau sejenisnya) dalam rantai makanan di ekosistem kehidupan. Seluruh bentuk subtansi penyusun materi tubuh manusia akan berputar mengikuti proses di ekosistem, layaknya daur siklus yang melibatkan tumbuhan dan hewan. Sehingga dalam konsepsi kehidupan manusia, manusia juga ikut dalam proses siklus materi di alam semesta. Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah "berarti manusia akan berproses dengan alam melalui jalur peleburan raga dengan alam semesta ?"
Secara gamblang pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan singkat "tidak". Mari kita ingat daur Energi yang ada di alam dan tentang konsepsi energi yang telah dikupas tuntas dalam fisika. Manusia membutuhkan energi untuk melakukan aktifitasnya. Energi ini diperoleh dari dua unsur, yaitu udara dan substrat materi (makan dan minum). Melalui komparasi pemahaman ini akan kita peroleh kesatuan kehidupan antara manusia dengan materi yang ada di alam.
Dikatakan manusia sebagai poros dari lingkaran kehidupan karena manusia memiliki kehendak untuk melakukan pengaturan diri dari siklus di atas menggunakan akal dan hati. Disinilah letak beda antara manusia dengan makhluk lain (termasuk jin dan malaikat). Kehendak hanya dapat digunakan secara mutlak dengan penggabungan secara menyeluruh atas potensi akal dan pikiran. Tentunya dengan mengilangkan nafsu realitas kehidupan yang diterima indera, karena visualisasi indera merupakan bentuk semu dari kehidupan yang besar ini.