Reformis diungkapkan oleh Alex dalam kamus Ilmiah Populer Kontemporer sebagai penyokong perubahan atau pembahuruan. reformis lebih identik sebagai penganut reformisme. Reformisme secara lebih jelas merupakan cabang dari sosialisme yang mempergunakan cara-cara lunak dalam usahanya untuk mencapai perbaikan dalam masyarakat. dari dua pemahaman premis tadi, maka dapat dikatakan bahwa reformis dan roformisme sebagai suatu kesatuan menjatidiri yang tak terpisahkan.
Saat ini banyak yang menghendaki kondisi masyarakat yang ideal. Masyarakat memiliki kompleksitas yang tersusun atas individu-individu berkarakter. Karakter yang dimiliki tiap individu berbeda-beda, perbedaan inilah yang menjadikan tersusunnya masyarakat. Individu yang berada dalam masyarakat ini bukan harus memahami perbedaan karakter indidu lain, akan tetapi bagaimana mengaitkan karakter tersebut sehingga akan memunculkan kearifan laku. Hal ini tidak lah mustahil, sebab adanya individu berkumpul membentuk masyarakat (entah otomatis atau rekayasa) tentunya memiliki minimal satu bagian yang sama. Persamaan ini yang menjadi tali perekat komonen satu dengan yang lain dan bagian lepas (lingkungan abiotik).
Pemikiran ideal digunakan dalam pencapaian kondisi yang sesuai dengan moral, estetika, dan agama. Kombinasi ini akan mampu menyokong konsep pembahuruan yang mengacu pada kondisi sosial dan potensi individu-individu. Ideal hauslah sesuai dengan cita-cita yang sempurna, tentunya cita-cita ini tidak berasal dari satu pemikiran individu atau pengarahan menuju kepada kepentingan-kepentingan kaum kasta. Kepentingan individu dan kepentingan golongan tidaklah dibenarkan, sebab realitas yang terjadi itu terdiri atas ide, pikiran, akal atau jiwa dan bukan materi.
Berperannya individu dalam pembentukan masyarakat menjadikan individu sebagai subjek awal dalam pembentukan masyarakat. Sikap pembaharu perlu terakomodir dalam tiap langkah masing-masing individu menuju cita untuk kemajuan. Pencapaian ini tentunya bukan tepian jurang akan tetapi hamparan jembatan yang menjadi solusi dalam tepian jurang menuju dataran hijau nan indah.
Perubahan tak akan pernah berhasil tanpa adanya konsepsi yang jelas. Angan-angan fiktif hanya akan menghasilkan buaian mimpi. Arah perubahan menuju kompleksitas pemenuhan antara realitas keberadaan individu dengan kebutuhan rohani akan menjadi tonggak utama bagi pembentukan masyarakat seutuhnya. Keberadaan reformis sekarang hanyalah mengacu pada konsepsi-konsepsi yangtelah lapuk. Ingat saudara ku, kita memiliki kekayaan budi dan fikir. Esensi perubahan bukan hanya menumbangkan rezim yang bukan pro rakyat. Hal itu lebih kepada pembentukan sistem kontrol dalam realisasi ide berawal dari pemikiran yang nantinya akan membimbing tiap laku. Angan laku ini memiliki dua landasan dasar, yaitu Ruhaniyah dan almiyah. Pembentukan realitas kondisi ini akan terbimbing dalam sikap NeoReformis.