Minggu, 23 Februari 2014

Teori Ekosistem (undercover teori budaya)




Dimana letak manusia dalam posisi kausalitas ekosistem jagad raya?

Tiada tempat bagi manusia dalam posisi tersebut. Manusia adalah makhluk asing yang merasuk dalam keseimbangan kausalitas ekosistem jagad raya.

Para pakar taksonomi, mengelompokkan manusia pada ujung piramida. Iya, yakni paling ujung yang lancip itu. Manusia tidak bisa disandingkan dangan komponen ekosistem hayati lainnya. Bahkan dalam kategori nonhayati, jelas lebih tidak mungkin.

Sungguh aneh jika manusia yang dikategorikan dalam kelompok animal. Seperti yang mengajukan klasifikasi bahwa manusia termasuk dalam kingdom animal, kelas yang sama dengan simpanse, dan disebut homosapiens. Jika ini dasar keilmuan yang digunakan, maka tidak perlu kaget (saat manusia dicaci dengan ungkapan 'kamu anjing' atau 'monyet kamu' atau yang lainnya), manusia itu tidak marah.

Dan lagi, jika manusia dikategorikan ke dalam kelompok nonhayati itu sangatlah tidak mungkin. Seperti pandangan atomis, bahwa unsur kehidupan manusia sama dengan unsur yg menyusun udara, atau tanah. Dimana hanya 93 unsur kimia yang menjadikan manusia eksis. Dan jika memang ini yang menjadi dasar ilmunya, maka tidak perlu kaget, saat manusia tidak marah saat dikatakan 'mayat hidup' atau 'robot kekuasaan'.

Bagi manusia yang menyadari bahwa ia adalah makhluk asing dalam ekosistem, maka mereka secara brutal dan sadis akan melakukan eksploitasi kekuatan alam. Alam akan dibuat jadi pemuas nafsu. Bahkan, tidak terkecuali eksploitasi kepada manusia lainnya. Kanibalis yang sungguh nyata. Dimana manusia lainnya adalah sumber energi yang bisa diperah. Contoh manusia eksploitatif ini adalah kaum kapital dan anaknya, eunterpener muda. 

"Bahwa diciptakaannya pohon berbuah, langit menurunkan hujan, angin berhembus dan siang-malam silih berganti untuk MANUSIA AGAR PANDAI BERSYUKUR"