Jumat, 15 Juli 2011

Belajar Kepemimpinan dari Nucleus

Layaknya sebuah organisme, kehidupan social merupakan hubungan dari semua organ dengan lingkungannya yang tersusun secara sistematis tentunya dalam kondisi yang akan menciptakan keseimbangan. Naturalitas kondisi ini dapatlah dijadikan referensi bagi manusia agar melangkahkan sikap bijaksana dalam kehidupan sosialnya. ALLAH telah memberikan mengajarkan ilmu kepada manusia untuk digunakan sebagaimana fungsinya.
Marilah kita ingat kembali bagaimana Nabi Adam AS. dapat mengalahkan syaitan dalam tes pengetahuan.

Rosulullah SAW. Memerintahkan manusia untuk menuntut ilmu agar kita mengetahui segala hal, mulai dari awal hidup hingga mati, mulai dari dalam rumah hingga dalam lautan. Hanya dengan belajar manusia akan mendapatkan ilmu. Menilik Al qur’an sebagaimana yang tertuliskan :
“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui, karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawaban.” (QS. Al Isra’ :36)
Melalui pemahan di atas, maka ilmu meliputi :
1.    Ilmu dinnullah (hukum agaman ALLAH), yaitu ilmu yang diturunkan oleh ALLAH melalui perantara utusanNya.
2.    Ilmu sunnatullah (hukum alam), yaitu ilmu yang dicari sendiri oleh manusia melalui meneliti alam.

Memang menjadi kewajiban manusia untuk mengambil pelajaran dari gejala alam yang terjadi sesuai dengan sunnatullah. Alam disini meliputi seluruh komponen biotic dan abiotik yang tergabung menjadi system yang saling mempengaruhi. Manusia, hewan, dan tumbuhan termasuk dalam golongan biotic, sedangkan yang termasuk golongan biotic adalah selain itu tadi.

Manusia, hewan, dan tumbuhan dikatakan sebagai mahkluk hidup yang tersusun atas system organ sehingga lebih dikenal dengan sebutan organisme untuk setiap individunya. Bangunan system ini tersusun dari pelbagai organ yang tentunya memiliki sel yang menyusun jaringan. Bisa dikatakan bahwa sel merupakan unit terkecil yang ada dalam tubuh makhluk hidup. Sel dalam menjalankan tugasnya melibatkan seluruh organel yang ada dalam badan sel. Masing-masing organel ini memiliki fungsi yang cukup jelas, sehingga perwakilan dalam melaksanakan tugas. Semua tugas dilaksanakan secara optimal oleh seluruh organel-organel.

Sel sebagai unit terkecil memiliki tiga bagian utama, yaitu membrane sel, sitoplasma, dan inti sel (nucleus). Di nucleus ini kendali aktifitas sel diperankan. Bisa dikatakan bahwa nucleus menjadi pemimpin yang mengkontrol seluruh aktifitas sel. Peran ini seperti peran pemimpin dalam lingkungan social manusia. Manusia diciptakan ALLAH di muka bumi untuk menjadi seorang pemimpin (QS. Al baqarah : 30). Mengenai hal Rosulullah bersabda :
“Kamu semua adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung-jawabanya atas kepemimpinannya …” (HR. Bukhari dan Muslim).

Nucleus sendiri masih memiliki bagian-bagian yang membentuknya. Tapi kita akan dapat menjumpai bahwa bagian ini tidak selalu ada pada semua jenis sel. Bagian-bagian ini terdiri dari membrane nucleus, nucleolus, kromatin, dan nucleolus. Membrane nucleus tersusun dari dua lapis, membrane dalam halus dan membrane luar mengandung ribosom. Membrane nucleus memiliki lubang yang disebut porus nuklearis. Hal ini mengharuskan setiap pemimpin mengkontrol seluruh apa pun yang akan dikeluarkan oleh pemimpin. Pemimpin tidak bisa sembarangan mengeluarkan kebijakan berdasarkan keinginannya.

Pemimpin juga dalam melaksanakan amanah perlu mengingat akan arti penting dari perkaderan. Dalam sel, tugas ini diawali dari kromatin. Kromatin mulai menebal sehingga dapat terlihat saat sel akan membelah. Sedangkan nucleolus bertugas dalam menyiapkan konsep pelaksanaan tugas. Potensi ini yang juga harus dimiliki pemimpin. Pemimpin harus mengetahui langkah yang tepat dalam menyusun strategi guna mewujudkan cita-cita.

Pemimpin mampu mengkontrol dan mengader
Layaknya sebuah kota, sel menjalankan proses produksi untuk mendukung seluruh kebutuhan jaringan tubuh. Jika di kota memiliki pimpinan walikota, maka dalam sel juga memiliki pimpinan nucleus. Nucleus berfungsi sebagai pusat kendali sel. Letaknya berada sangat strategis yang dikelilingi oleh sitoplasma dan seluruh organel sel. Nucleus memiliki peran sentral dalam seluruh aktifitas sel karena nucleus mengandung materi genetic yang mampu mengontrol sintesis protein dan reproduksi sel (menghasilkan sel anak), dua fungsi sel yang sangat penting. Dengan demikian tugas utama dari pemimpin adalah kemampuan untuk mengontrol seluruh aktifitas yang dilakukan seluruh anggota dan kemampuan untuk mendidik anggota sehingga nantinya dapat menggantikan posisi pimpinan saat diperlukan.

Proses sintesis bisa dikatakan sebagai bentuk perintah pemimpin untuk melaksanakan sesuatu. Pemimpin harus mengetahui langkah apa yang harus ditempuh untuk keberlangsungan kesejahteraan anggotanya. Pemimpin juga harus mengetahui dengan jelas kemampuan dari seluruh anggota. Mandat atau tugas ini diberikan kepada anggota yang kompetensinya sesuai dengan tugas yang akan dilaksanakan, hal ini sangat penting karena akan menentukan semua variable keberhasilan dari tugas itu sendiri. Di dalam sel, enzim yang digunakan untuk mensukseskan sistesis DNA sangat bergantung dari susunan kode DNA perintah yang dikeluarkan oleh nucleus.

Setelah perintah secara lugas telah dikeluarkan dan diterima oleh pelaksana, maka seorang pemimpin jangan pernah mencampurinya. Mungkin kadang pemimpin merasa kuatir terhadap keberhasilan dari perintah yang diberikan, tapi yakinlah kepada pelaksana tugas akan kemampuan yang dimilikinya. Adapun jika pelaksana tugas mengalami kesulitan, maka ia akan mengeluarkan seluruh kemampuannya sehingga potensi dan sikap belajar akan secara otomatis terbangun. Ketidak percayaan pemimpin terhadap kemampuan pelaksana tugas akan berpengaruh terhadap psikologi diri dan hasil tugas.

Pemimpin harus melakukan perkaderan atau pendidikan bagi anggotanya demi menjaga konsistensi sehingga visi dapat tercapai. Sel melakukan Reproduksi sangat dipengaruhi oleh nucleus karena kode genetic DNA terbentuk di dalam nucleus, dengan demikian maka yang bertanggung jawab untuk menentukan arah perkaderan atau pendidikan. System yang digunakan dapat menggunakan konsep pembelahan mitosis atau meiosis. Pembelahan mitosis akan menghasilkan sel anak dengan sifat sama dengan induknya. Sedangkan pembelahan meiosis akan menghasilkan sel anak yang sifatnya tidak sama dengan induknya tapi kuantitas lebih banyak dibandingkan pembelahan mitosis.

System pembelahan mitosis akan memiliki kelebihan dalam penerus pemikiran sehingga apa yang dicita-citakan oleh pendahulunya akan dilanjutkan dengan metode dan pemikiran yang sama. kelemahan dari system ini adalah kreatifitas yang dihasilkan akan sulit ditemui. Selain itu system perkaderan dapat menggunakan system meiosis, system ini akan lebih memberikan menghasilkan penerus dengan kreatifitas-kreatifitasnya. Sehingga system yang kedua ini akan menghasilkan penerus dengan kuantitas yang lebih banyak. Kelemahan dari system ini adalah tidak semua penerus memiliki pemahaman yang mendalam terhadap cita-cita yang diinginkan, sehingga akan memberikan kemungkinan besar kematian potensi kader karena kalah dalam persaingan. Dengan kata lain system meiosis mengharuskan penerus untuk memiliki sikap kompetensi. Sekarang tergantung dengan anda, ingin menggunakan system yang mana?

Tugas yang jelas dan mudah dipahami
Pemimpin tentunya tidak akan lepas dari cara komunikasi dengan para anggota atau pelaksana tugas. Komunikasi yang baik akan mempu memotivasi para pendengar bahkan juga dapat memberikan hasil dengan optimal dan maksimal. Kadang kita menjumpai pemimpin dengan gaya komunikasi yang keras atau lembut. Penyampaian menggunakan kata-kata yang tidak lazim dapat mengakibatkan anggota tidak respon terhadap apa yang kita bicarakan. Bahkan komunikasi buruk dapat menjadikan permintaan tolong terdengar menjadi sebuah perintah.

Mari kita pelajari bagaimana nucleus melakukan komunikasi dengan seluruh organel sel hingga sel lain. Nucleus melakukan komunikasi dengan susunan rantai asam deoksiribonukleat(DNA). DNA memiliki bentuk rantai ganda yang berpilin (double helix). Pasangan basa nitrogen itu selalu terdiri atas purin dan pirimidin. Adenine (A) dari purin berpasangan dengan timin (T) dari pirimidin, sedangkan guanine (G) dari purin berpasangan dengan sitosin (S) dari pirimidin. Fungsi DNA adalah menyampaikan informasi gentetik dan mengendalikan aktifitas sel dengan memerintahkan semua jenis protein. Informasi ini disampaikan dalam bentuk kode genetic dalam bentuk triplet.  Susunan DNA tersebut bertujuan untuk mempermudah saat transkripsi menjadi RNA.

Dari peristiwa diatas maka dapat kita ketahui bahwa pesan yang disampaikan oleh nucleus bersifat detail, padat, dan jelas. Komunikasi demikianlah yang harus dimiliki oleh pemimpin. Terkadang kita menemui pemimpin dengan cara komunikasi yang menggebu-begu. Gaya bicara ini akan memberikan semangat kepada anggota tapi setelah pimpinan pergi dan sudah tidak terdengar lagi maka para anggota akan mengalami down, dengan kata lain gaya bicara ini bersifat candu. Selain itu, kita juga kadang menemui pemimpin dengan gaya yang lembut dan tenang dalam penyampaiannya. Gaya bicara ini akan membuat beberapa anggota tidak respon atau tidur karena suara yang lembut. Dan banyak lagi gaya-gayau bicara pemimpin untuk menyampaikan keinginannya.

Banyak pemimpin merasa berhasil terhadap apa yang disampaikan dengan asumsi yang mereka bangun. Asumsi tersebut adalah anggota memahami apa yang kita sampaikan ; anggota menyetujui apa yang kita sampaikan ; anggota peduli dengan apa yang kita sampaikan ; anggota akan mengambil tindakan tepat. Hal yang perlu dipahami oleh pemimpin dalam komunikasi adalah :
-    Autentisitas dari apa yang disampaikan
-    Kemungkinan dari hasil penyampaian dan respon dari anggota
-    Koneksi internal dengan anggota
-    Konteks penyampaian yang factual dan actual.
Dengan pertimbangan di atas maka pemimpin dapat menggunakan pengembangan dengan dasar factual, emosional, dan simbolis.

Saat Pemimpin Tidak Ada
Keberadaan pemimpin dalam sebuah komunitas sangat penting. Peranan pemimpin tidak dapat digantikan meski dapat diwakilkan. hal ini melihat fungsi dari pemimpin itu sendiri. Tapi dalam beberapa kondisi ada komunitas yang tidak memiliki pemimpin yang memimpin seluruh aktifitas tiap organ di dalamnya. Hal ini bagi sel dapat dijumpai pada sel darah merah (eritrosit) yang nucleus mengalami peleburan dalam perkembangannya.

Kemudian bagaimana sel darah merah dapat bekerja tanpa nucleus? Dengan begitu apakah peranan nucleus sebagai pemimpin dapat digantikan?

Pembahasan tersebut akan kita bahas dalam forum selanjutnya. Ok…..